Selasa, 29 November 2011

Preschool hari pertama

 Aslm. hari ini sekolah kebanjiran. Kita pindah lokasi ya ke a3.3.2. 
Tolong diinfokan ke semua murid. Pukul 16.16 kita mulai acara, absen dibuka jam 16.00.
-kepala sekolah.
Hahaha... kacau ni sekolah kebanjiran, padahal ada bayaran spp tapi masih kebanjiran juga, harusnya si ada dana bos, apa jangan-jangan dikuntit lagi sama walikelasnya??? -_-
Haha, becanda. Ya jadi awal preschool kita di A32 ini cukup banyak ilmu yang kita dapet apa lagi tentang Indonesia. Kita juga kedatangan guru sbp, yaitu bapak Radit dan Bapak Deddy Oscar. Tema kita di hari itu adalah mendengarkan dan menjaga loyalitas. hemm, nice oge.
Nah awal mulanya, kita disuruh milih artikel salah satu dari kelompok kita. dan terpilihlah artikel di ribosome itu adalah kriminalitas di jatinangor, buatan Wulan. Nah disitu kita diskusi tentang masalah di artikel itu dan pemecahan masalahnya. setelah 30 menit, kita kembali lagi ke kelas dan persentasiin pergrup tentang artikel yg kita pilih. Ribosome berkesempatan berdiskusi dengan kelas Sitoskeleton dan Nukleolus.
Yang pertama maju adalah sitoskeleton dengan artikelnya kemacetan di bandung. Kedua adalah kelas nukleolus dengan artikelnya karakteristik Manusia Indonesia. Dan kami Ribosome maju ketiga. Ga lupa ada panelisnya yaitu Acim, Andini, Mba Wul, dan Kang Deddy. 
Nah diakhir sesi kami diberitahu evaluasi dari presentasi kami, nah evaluasi untuk ribosome adalah menurut Andini komunikasi kami yang kurang, lalu inisiatifnya lumayan, dan solusi untuk artikel itu masih banyak, evisien tapi kurang visible. Kalo menurut Kang Dudy kita harus bagi tugas sesuai kemampuan, dan yang paling penting pula kata beliau kalau ga ada yang harus disampaikan ya ga usah memaksakan diri, takutnya apa yang kita ucapkan itu salah. PD aja lagi..
Yang terakhir dari Acim, dia memuji flipchart kita (padahal si biasa aja -__-), tapi kata dia, dia suka yang simple. Dominansinya ga terlalu keliatan, dan temanya tuh harus lebih diangkat.
Begitulah hari pertama kami sekolah :)

FPI Memaksa Tutup GPdI Sumedang

Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Sumedang yang berada di kawasan Rancaekek, Kelurahan Mekar Galih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sudah 24 tahun berdiri, namun beberapa bulan terakhir sering mendapat gangguan. Selasa (20/09/2011) lalu, gereja didatangi sekelompok orang yang sekonyong-konyong menyatakan hendak menutup gereja, setelah sebelumnya datang surat dari Pemda setempat yang isinya terkait penutupan gereja ini.
 
Ini dilakukan setelah gereja ini diserang oleh Front Pembela Islam (FPI), sebuah ormas anarkis bertopeng agama yang melakukan aksi menyerang dan mengancam jemaat ini pada 17 Juli 2011 dengan menggunakan celurit dan pedang.

Camat Jatinangor Sumedang, Nandang Suparman kepada KBR68H berkilah, bangunan yang digunakan selama 24 tahun terakhir oleh jemaat GPdI Sumedang belum mempunyai izin mendirikan bangunan. Karena itu, jemaat GPdI diminta memindahkan kegiatan ibadah ke gereja kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Jatinangor, Sumedang.

“Sampai sejauh ini berkas (IMB) belum diterima permohonannya. Dari tingkat kecamatan waktu sampai kecamatan sampai saat ini permintaannya juga belum ada. Permohonannya juga belum ada. Cuma pada waktu itu, bulan Mei kalau tidak salah, pernah mengundang, tolong ditempuh prosedur. Kami sudah memberikan kesempatan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi kenyataannya belum dilaksanakan,”

Salah satu tokoh Gereja Pantekosta di Jawa Barat, Pdt Chris Hutabarat mengatakan pemindahan tempat ibadah tersebut bukan solusi dan hanya bersifat menenangkan warga.

Kata Chris, setelah terjadi serangan FPI, pihaknya sempat mengajukan izin beribadah di gereja kampus IPDN, namun ditolak. ”Dulu waktu kami mengajukan untuk ibadah sementara di IPDN, pihak IPDN menolak. Sekarang pas ditanya wartawan baru dia (Camat Jatinangor) mau memfasilitasi,” ujar Pdt Chris Hutabarat.

Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Theophilus Bela, dalam press releasenya terkait GPdI Sumedang mengatakan "Gereja sudah merupakan sebuah gedung yang permanen dan telah berada dilokasi itu lebih dari 24 tahun lamanya, dan semuanya berjalan aman-aman saja. Namun pada bulan Juli yang lalu, gereja tersebut mendapat kesulitan, karena ditutup oleh pihak Pemda setempat". 

GPdI sumedang yang dipaksa tutup menambah panjang catatatan Gereja yang diganggu. Berdasarkan catatan FKKJ, di tahun 2011 ini, sudah 30 Gereja yang mendapat gangguan, atau malah dibakar. Ini sudah termasuk kasus gangguan terhadap gereja diTangerang Utara, Poso dan di Sumedang, yang telah mendapat perhatian dan bantuan yang baik dari pihak Kepolisian dan aparat keamanan terkait. 

Sedangkan Gedung Gereja di kampus IPDN tidak cukup lagi menampung jemaat-jemaat yang diusir dari gedung gerejanya sendiri. Sebab jemaat 14 rumah ibadah yang ditutup paksa di Rancaekek beberapa waktu lalu, semuanya dipindahkan ke IPDN. ”Sekarang kalau ditambah seribu jemaat lagi, akan sepenuh apa tempat itu?” (PPGI)

Menurut saya, tidaklah etis ketika orang ingin beribadah tetapi diganggu seperti itu. Sama saja kita tidak menghargai sesama umat beragama. Saya berpikir, mengapa pemerintah daerah lalay sekali dalam mengurus masalah seperti ini. Sedangkan sudah jelas sekali dari dasar hukum di Indonesia ini pancasila sila pertama "Ketuhanan yang maha esa". 

20 Orang Loyal

20 orang bukanlah kumpulan orang yang sedikit. Dengan memiliki 20 orang, kita bisa membuat suatu acara yang sangat besar. Bahkan kita bisa membuat suatu kota yang maju. Tapi ada kriterianya dimana 20 orang tersebut bisa membuat semua itu. Selain ilmu yang cukup, mereka juga harus memiliki rasa loyalitas terhadap organisasi atau komunitas itu. Tidak lupa, mereka juga harus memiliki pemimpin yang adil, jujur, bijaksana, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Sebelumnya arti kata loyal itu adalah setia. Dimana ketika seseorang sudah memasuki suatu komunitas atau organisasi, ia harus setia pada komunitas atau organisasi tersebut dan setia pula pada perkerjaan atau profesinya. Tapi sekarang ini makna kata loyalitas terkadang dimanfaatkan oleh para pemimpin. Dimana semua bawahannya harus mengikuti apa yang diperintahkan pemimpinnya. Jika bawahannya tidak mematuhi apa yang diperintahkan atasannya, maka atasannya mengganggap bahwa bawahannya itu tidak memiliki loyalitas yang tinggi pada organisasinya atau komunitasnya. Maka dari itulah sekarang ini dibutuhkan pemimpin yang adil dan mengerti sekali makna kata loyal.

Seorang pemimpin jika ingin memiliki anggota yang memiliki rasa loyalitas yang tinggi, maka ia harus mengetahui apa yang diinginkan para anggotanya. Tidak memaksakan anggota untuk melakukan suatu hal yang tidak pada kemampuan si anggotanya tersebut. Bagaimana seorang pemimpin mendapatkan loyalitas para anggotanya terhadap suatu organisasi atau komunitas? Banyak hal cara untuk mendapatkannya. Salah satunya adalah dengan merangkul para anggotanya dan berbincang-bincang tentang apa yang mereka inginkan di dalam organisasi atau komunitas tersebut. Kemudian setelah itu merumuskan apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara pemimpin mengabulkan permintaannya tersebut. Seorang pemimpin dan seorang anggota harus mengerti apa tugasnya masing-masing di organisasi atau komunitas tersebut, agar tidak ada kesalah pahaman dalam mengerjakan tugasnya masing-masing.

Selain itu pemimpin harus memiliki rasa adil dan dapat merangkul semua kalangan. Jika seorang pemimpin dapat merangkul semua kalangan, maka para anggotanya akan memiliki rasa nyaman dan merasa aman jika berada pada komunitas atau organisasi tersebut. Ketika seseorang merasa nyaman, maka orang itu akan dengan sendirinya menumbuhkan rasa kedekatan, kebahagiaan dan rasa memiliki. Dimana ketika sudah memiliki rasa memiliki, rasa tanggung jawab akan muncul. Jika sudah memiliki rasa seperti itu, mereka akan mematuhi apa yang harus ia kerjakan sesuai dengan pekerjaannya, tanpa instruksi pemimpinnya.

Berikan amanah pada setiap anggotanya. Dengan cara seperti ini, para anggota akan merasa bahwa ia dibutuhkan di dalam organisasi atau komunitas tersebut. Lagi-lagi tanggung jawablah yang ditumbuhkan kepada para anggotanya. Seseorang jika diberikan amanah maka ia akan merasa ia di anggap dalam komunitas atau organisasi tersebut. Maka ia akan merasa senang dan melakukan tugasnya dengan tulus tanpa ada keterpaksaan.

Minggu, 27 November 2011

AR AMSA 2010-sekarang


 AMSA itu merupakan UKM ternama di FKUP, dimana ia memiliki 3 divisi, Social Welfare, Academic Research, dan English Academy. Saya di SCORE FKUP menjadi delegasi AMSA di divisi Academic Research atau kami sering menyebut AR.


Pada kepengurusan AR 2010-2011 yang di pimpin oleh Achmad Triadi atau kita sapa mamet, menurutnya pada masa jabatan dia anggota AMSA masih kurangnya sense of belonging dari anggota-anggotanya. Maka dari itu ia memfokuskan tujuannya untuk lebih mempersatukan dan membuat nyaman para anggota AR. Baru dari situlah, mereka memulai untuk pengembangan skill, dari pelatihan poster internal yang diselenggarakan dengan sistem kompetisi. Agar memacu mereka membuat poster sebagus mungkin.

Cara mamet membuat achieve goal itu lebih ke kualitatif di banding quantitatif, karena indikator sense of belonging susah jika menggunakan quantitatif. Jadi ia membuat life report masing-masing perkembangan tiap anak di AR dari mulai pertemuan awal sampai terakhir.
Ketika itu ia membuat semacam saembara membuat kelompok-kelompok keci di AR, dimana masing-masing kelompok itu membuat poster untuk acara Nutcracer. Tapi apa, ia hanya mendapat 3 poster saja. Evaluasi dari itu semua adalah: pertama, dalam masalah penyatuan atau meningkatkan sense of belonging salah satunya di pengaruhi jumlah anggota, frekuensi bertemu, pendekatan interpersonal bukan pendekatan sekelompok, keutamaan esensi atau tujuan dari acara (ada karena kebutuhan). Semakin sedikit, semakin efektif untuk dapat dirangkul misalkan 10 orang dibanding 100 orang lebih efektif untuk dirangkul yang 10 orang, untuk yang 100 perlu bnyak perpanjangan tangan, semakin sering bertemu semakin tahu cara pembawaan yang cocok jadi hubungan interpersonal baik, dengan adanya esensi lebih akan mengerti dan merasakan perkembangan dibandingkan melatih menjadi EO. ‎​Yang kedua, berikan tanggung jawab lebih salah satu untuk bisa membuat mereka terikat dan juga memiliki keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik. ‎​Yang ketiga, hubungan organisasi tidak hanya proker kerja, tapi bonding sangat diperlukan jika perlu di awal, tengah, maupun akhir kepengurusan.
Ketika ia menjabat sebagai ketua divisi AR, adapun yang menjadi Representative dari AMSA yaitu Teh Nisa. Menurut mamet ketika itu AMSA tidak ada arahan jelas, mau diapakan kepengurusan tahun itu. Follow up cukup baik, tetapi kurangnya kumpul bersama lebih ke arah kontak personal dengan pj. ‎​Kurang baiknya struktural, kebanyakan struktural yang tidak prlu dan hanya memenuhi saja apalagi yang gabut. Dan kurang bisa menjadikan AMSA menjadi satu, sehingga terkotak-kotakan menjadi perdivisi.
Setiap EB memiliki supervisor. Tetapi supervisor tidak pernah sekalipun memberikan gambaran ranh kerja yang dilakukan EB apa, tujuan baik itu RPO dan lain-lain tidak ada. Jadi benar-benar dari 0 besar mereka membangun AMSA kembali, dari konsep dan apa-apanya sendiri. Saat itupun dosen pembimbing kita dr. Cut tidak ada, tidak ada tempat untuk bertanya ataupun berdiskusi. Jadi ujungnya berdiskusi dengan angkatan kepengurusan, itulah yang membuat 2009 bisa tetap stay dan nyatu di kepengurusan dan menyatu terutama di EB.
Goal di AR AMSA yang belum ia raih adalah pelatihan paper poster dan mencari dosen pembimbingnya. Kalau untuk poster, bonding sudah ada. Sama kumpul bareng antar kepengurusan AMSA seluruh divisi belum ada. Itu dikarenakan pemilihan pergantiannya cepat agar disamakan senat. Jadi belum terlaksana.
Pada saat kepengurusan mamet di AR AMSA yang diketuai oleh Ribong, menurut mamet awalnya ia berharap dia jadi ketua senat yang yang sesuai, tapi ketika menjadi ketua, sikapnya jauh berubah bukan Ribong yang ia kenal. Disitu mulai, ketua senta terkesan jauh dan terlihat di dalam senat terbagi atas kotak-kotak seksi kecil, dibuktikan dengan bedanya pengenalan masing-masing bidang. Banyak pula kegiatan senat, tapi benar-benar hanya dirasakan oleh anggota senat, semakin saja terlihat eksklusif. Dant saat itu tambah lagi masalah ketidak seusaian keinginan mahasiswa dengan dekanat, seperti supercamp disatukan, tidak boleh pake sponsor.


Kemudian bergantilah jabatan dari mamet ke Syuhada 2011-2012 atau kita sapa syu. Kondisi AR ketika ia mengawali jabatannya masih berantakan, karena sejak 2 tahun lalu dari proker AR tidak ada yang berjalan semestinya. Ditahun lalu hanya 1 proker yang terlaksana, yaitu pembuatan poster di Bale 4. Tetapi alhamdulillah AR 2010 yang sangat baik dan kooperatif, kondisi AR sekarang ini membaik. Semua proker yang direncanakan secara musyawarah bersama anak-anak AR lainnya berjalan dengan lancar hingga saat ini. Dari grafik terjalannya proker dan keaktifan anggota terlihat ada peningkatan. Begitupun dengan AMSAnya itu sendiri, hal ini dapat dibuktikan dengan mulai jalannya berbagai proker-proker dari masing-masing divisi.
Bisa kita simpulkan bahwa AR di kepengurusannya sudah cukup berhasil, tapi ujarnya pada masa yang akan datang AMSA FKUP khususnya AR harus bisa lebih dari sekarang. Bisa diibaratkan sekarang yang dibangun oleh kepengurusan 2011-2012 ada pondasi dari AMSA. tugas kepengurusan selanjutnya adalah melanjutkan pembangunan yang telah dimulai kepengurusan sekarang.
Menurutnya, ia sudah mencapai semua goal/target dari kepengurusan ia, tapi ambisi dia untuk mengaktifkan semua anggota AR agar semuanya bisa menguasai skill pembuatan paper poster dan public speaking, masih belum tercapai.
Untuk kemahasiswaan di masa ia menjabat, menurutnya kemahasiswaan fakultas sudah cukup kooperatif, terlihat ketika mengurus acara Carnaval. Seperti peminjaman alat dan ruangan, namun mengingat kualitas alat yang dipinjamkan masih kurang memadai. Lalu kemahasiswaan seperti senat menurut syu biasa saja, kinerja senat sudah lumayan. Tetapi ia kecewa sedikit ketika Carnaval. Pada pemberian cap magnum pada maba, tidak sesuai regulasi awal yang telah disepakati.

TATO dari zaman ke zaman

 Tato berasal dari bahasa Tahiti "tatu" yang artinya tanda. Para ahli menyimpulkan bahwa tato ini sudah ada sejak 12.000 tahun SM. Menurut sejarah, bangsa Mesir yang menjadi biang perkembangan tato di dunia. Di Indonesia Orang-orang Mentawai di kepulauan Mentawai, suku Dayak di Kalimantan, dan suku Sumba di NTB, sudah mengenal tato sejak jaman dulu. Bahkan bagi suku Dayak, seseorang yang berhasil “memenggal kepala” musuhnya, dia mendapat tato di tangannya. Begitu juga dengan suku Mentawai, tato-nya Tidak dibuat sembarangan. Sebelum pembuatan tato dilaksanakan, ada Panen Enegaf alias upacara inisiasi yang dilakukan di Puturkaf Uma (galeri rumah tradisional suku Mentawai). Upacara ini dipimpin oleh Sikerei (dukun). Setelah upacara ini selesai, barulah proses Tato-nya dilaksanakan.



 Masyarakat subsuku Dayak Iban memiliki tradisi menato tubuh mereka. Selain menjadi ciri khas, tato adalah simbol keberanian masyarakat Iban.  Lihatlah Klaudis Kudi, salah seorang generasi tua Dayak Iban, yang hampir sekujur tubuhnya berhiaskan  tato. Dulu, simbol  keberanian. Kini, bermakna kenangan.
  Menato tubuh adalah tradisi nenek moyang kami. Saat perang suku, tato menjadi semacam tanda pengenal,î kata Kudi. Ia adalah  tetua adat Dayak Iban di Kampung Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
 Dahulu tato dibuat menggunakan alat sederhana, yakni jarum-jarum yang disatukan. Goresan bergaris hanya perlu satu jarum, tetapi untuk gambar yang memiliki bidang luas perlu sedikitnya  12 jarum yang disatukan dan ujungnya dibatasi dengan benang.
 Batas benang itu dipakai untuk membatasi seberapa dalam jarum akan masuk ke kulit. Jarum-jarum yang sudah dicelupkan ke pewarna akan dipukul- pukulkan perlahan ke bidang kulit yang hendak ditato. Mereka dahulu masih menggunakan pewarna tato yang dibuat dari jelaga lampu minyak yang dicampur dengan air tebu. Untuk membuat tato, mereka perlu mengumpulkan jelaga yang sengaja mereka buat dengan menaruh seng di atas lampu minyak. Jelaga akan terkumpul di seng yang langsung terkena api dari lampu minyak.
   Air tebu bercampur jelaga masih harus dikeringkan selama beberapa hari hingga menjadi kristal. Kristal hitam itu kemudian dicairkan lagi saat hendak dipakai. Luka yang dihasilkan dari jarum-jarum itu akan menjadi koreng dan ketika koreng sudah sembuh tertinggallah warna hitam sesuai pola yang digambar saat menato.
Pertama kali ditato, badan demam selama beberapa hari. Setelah itu, setiap kali ditato masih tetap terasa sakit, tetapi tidak demam lagi. Yang paling sakit adalah tato di rusuk dan leher karena kulitnya tipis dan terasa sampai ke tulang. Tato penuh satu badan ini tidak dibuat dalam sekali menato, tetapi belasan kali.
 Sekarang ini banyak sekali anak muda yang memasang tato agar dirinya merasa maco, keren, dan ingin menjadi perhatian orang banyak. Mungkin ada juga yang beranggapan jika memasang tato di bagian-bagian tertentu mereka sebut seksi. Tapi apakah mereka tahu apa resiko jika kita memasang tato pada tubuh kita di zaman yang berbahaya ini.
Berikut ini 5 Resiko Menato Tubuh yang harus di perhatikan.

  1. Alergi .Penggunaan pewarna pada saat menato bisa menyebabkan reaksi berupa alergi pada kulit. Biasanya akan ada rasa gatal pada bagian yang ditato. Jangan di kira ini hanya berlangsung sesaat, tapi hal ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
2. Infeksi. Penggunaan peralatan Tatto yang kurang bersih bisa menimbulkan infeksi pada kulit  tandanya seperti kulit memerah, bengkak, sakit dan bernanah.
3. Benjolan Pada Kulit. Benjolan yang berada di sekitar area tato disebut dengan granulomas, tak hanya itu saja ternyata Tato juga mendorong pertumbuhan keloid atau jaringan kulit tambahan yang tumbuh dibekas luka.
4. Penyakit yang dibawa dari darah. Jika peralatan kurang steril juga bisa menyebabkan tertular penyakit yang dibawa dari darah, contohnya HIV, tetanus dan lain-lain.
5. Bengkak atau kulit terbakar. Tato bisa menimbulkan bengkak atau kulit terbakar saat orang menjalani proses di tato.

Menurut saya Tato bukanlah sesuatu yang membuat diri kita keren, maco, sexi ataupun yang lainnya. Tato merupakan tradisi secara turun menurun yang semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula tujuan dari pemakaian tato. Dahulu tato dipakai sebagai pembeda derajat seseorang dimata masyarakat, namun sekarang penggunaan tato sangat bebas sekali. Siapapun boleh menato tubuhnya sendiri. Karena kebebasan itu, penggunaan dari alat pentato itu kurang steril, sehingga banyak orang yang terserang penyakit yang sangat berbahaya. Contohnya HIV, Hepatitis, dll. Kalau menurut saya, menato tubuh itu memang suatu seni, tapi seni yang dapat merusak tubuh kita, dan Allah SWT. sangat melarang umatnya untuk merusak atau  mengotori dirinya sendiri karena Allah SWT. menyukai kebersihan. Jadi pikirkanlah bejuta-juta kali jika kamu ingin menato tubuh kalian.

detik.com dan kompas.com


Sabtu, 26 November 2011

Technical Meeting SCORE

Ting nong ting nong... *suara hp ada sms  "Selamat malam, para pejuang pembawa perubahan!! SELAMAT kepada R. Dimas Hardiana Putra anda lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti SCORE!!
Untuk dapat mengikuti tahap selanjutnya, Dimas silahkan hadir Technical Meeting, jumat 25 november 2011, di A.4.1.1 pukul 16.15
Bawa buku catatan dan alat tulis. Kami tunggu kehadirannya. Saatnya bergerak, saatny membangun FK Unpad, so do you accept the challenge?!"
Itu gw dapet sms dari mamet. Entah perasaan apa yang gw rasain, seneng engga, sedih juga engga -__-! Jelas dong gw masih ga ngerti banget sebenernya SCORE tu ngapain aja si?! terus disuruh bawa buku catetan lagi, makin takut aja gw... Nah trus gw cari tau dong buat lebih jelasnya, dimulai dari singkatannya dulu deh.. "School of Regeneration and Encouragement" School artinya sekolah, Regeneration artinya pergantian/kelahihan kembali generasi baru, Encouragement artinya dorongan atau pemberian semangat... Asli gw masih kagak ngarti. ya udah deh gw ikut aja tuh TechMeetnya..
Pas gw masuk ke A4, gw berasa mabim.. dikelilingi oleh orang-orang berjaket hijau -__- serem oge.. haha. Terus datenglah orang-orang yang berjaket hijau itu memperkenalkan diri mereka dan menyebut diri mereka ORGANEL "Oran-oranG yANg rELa" agak-agak maksa si tapi okelah.. Mereka ber7 yaitu Teh Fulki sebagai kepala sekolah dan para wali kelas Mba Wulan, Acim, Mamet, Tita, Poundra, sama Andin. Yang gw pikir ketika ngeliat mereka yaitu.. Waw,, orang-orang megang semua tuh, haha.
Mereka memperkenalkan diri mereka satu-satu dimana namanya itu berasal dari nama-nama organel di sel ada nukleus, nukleoulus, ribosom, RE, dll. Entah kenapa gw ngerasa keren karena ini SCORE angkatan pertama dan gw mewakili UKM AMSA. HAHAHAHA. Terus kita semua dibagi kelompok, gw masuk menjadi kelompok RIBOSOME yang diwalikan oleh Mba Wul. Kita sama-sama sharing bareng kenapa kita bisa masuk SCORE, pemilihan ketua dan ketuanya adalah Dita dari UKM PSM, terus yang paling seru itu pas kita ngebuat jargon. Hasilnya yel-yel kita adalah LIMTLESS ngomongnya sambil ngemiringin badan dan disetiap L-nya kita harus melet-melet. HAHAHA.. Asli disitu kita ketawa geli banget pas Dita meragain jargon kita.
Selesei itu kita milih ketua angkatan di angkatan pertama SCORE ini dan terpilihlah Taufik dari Basket sebagai ketua angkatan pertama SCORE. Yang terakhir kita dikasih PR yaitu kesan-kesan di TM kemarin..


TM kemaren seru awalnya belum terlalu ngerti banget tentang SCORE ini, tapi ketika Teh Fulki ngejelasin barulah gw ngeuh, oh ini to tujuan SCORE itu. Bagus banget intinya si menurut gw kaya pengkaderisasian gitu buat para calon-calon ketua UKM dan yang sudah menjadi ketua UKM di FKUP ini. Selain itu juga buat ngumpulin semua delegasi UKM supaya semua UKM di FKUP ini menjadi satu kesatuan.. Pengennya tuh kita semua ngumpul terus ngejelasin proker tiap-tiap UKM terus kalo ada acara-acara yang sama-sama merayakan suatu perayaan contohnya perayaan hari AIDS sedunia, itu semua UKM yang ngerayaain hari AIDS sedunia itu gabung jadi satu prokernya dan ngehasilin suatu perayaan yang besar, acara yang besar, dan ga akan ada UKM yang bentrok acaranya di hari itu. mudah-mudahan si semua yang kita harepin di SCORE ini bisa terwujudkan.